Dalam melaksanakan pemerintahannya Presiden Soeharto membentuk Kabinet

Widjojo Nitisastro bersama Wakil Presiden (Wapres) Try Sutrisno dan Presiden Soeharto pada acara pelantikan Ketua BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan jajarannya di Istana Negara, Jakarta, 1993. TEMPO/Linda Djalil

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi telah mengumumkan struktur kabinetnya. Jokowi mempertahankan jumlah 34 kementerian, seperti pada pemerintahan SBY. "Guna tercipta pemerintahan yang bekerja dan pemerintahan yang hadir di tengah rakyat," kata Jokowi di Rumah Transisi, Jalan Situbondo, Nomor 10, Jakarta, Senin, 15 September 2014

Tentunya pembentukan kabinet ini tak lepas dari kehendak presiden terpilih dan wakilnya serta kesepakatan politik yang dibangun. Oleh karena itu, komposisi kabinet di setiap pemerintahan berbeda-beda. Berikut arsitektur kabinet dari era Soeharto sampai Jokowi.

=> Orde Baru (Soeharto)Kabinet Pembangunan (1967-1998)Kabinet Ampera II, 24 orang Kabinet Pembangunan I, 24 orangKabinet Pembangunan II, 24 orangKabinet Pembangunan III, 32 orangKabinet Pembangunan IV, 42 orangKabinet Pembangunan V, 44 orangKabinet Pembangunan VI, 43 orangKabinet Pembangunan VII, 38 orang

- Menteri ditunjuk dari jajaran sipil dan militer pendukung Golongan Karya.

=> Abdurrahman Wahid-Megawati
Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001)

Menteri non-parpol 16 orang
Menteri dari parpol: 17 orang (5 PDIP, 3 PKB, 1 PBB, 2 PAN, 3 Partai Golkar, 1 PK, dan 2 PAN)

- Dibentuk pada 26 Oktober 1999, tiga kali bongkar-pasang: 23 Agustus 2000, 1 Juni 2001, dan 12 Juni 2001.
- Ada 18 posisi menteri dan pejabat setingkat menteri berganti dalam dua tahun.

=> Megawati-Hamzah Haz
Kabinet Gotong-Royong (9 Agustus 2001-20 Oktober 2004)

Menteri non-parpol 17 orang
Menteri parpol: 16 orang (Golkar 3, PKB 1, PBB 1, PDIP 7, PPP 2, PAN 2)

- Sebagian besar menteri adalah menteri di era Abdurrahman Wahid.
- Relatif tidak ada pergantian menteri, kecuali Susilo Bambang Yudhoyono yang mengundurkan diri.

=> Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla
Kabinet Indonesia Bersatu I (2004-2009)

Menteri non-partai: 21 orang
Menteri partai: 16 orang (Golkar 2, PKB 2, PBB 2, PKS 3, PAN 2, PPP 2, Demokrat 2, PKPI 1)

- Nama menteri dijaring dari usulan partai koalisi dengan besaran dua kali lipat dari kursi yang dijatahkan.
- Dua kali perombakan kabinet.

=> Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono
Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014)

Menteri non-parpol: 16 orang
Menteriparpol : 21 orang (2 PAN, 4 Golkar, 6 Demokrat, 4 PKS, 2 PKB, 3 PPP)

- Kandidat dijaring dari partai mitra koalisi dan ditawarkan ke non-koalisi, birokrasi, organisasi masyarakat, dan akademikus.- Tiga hari menjalani proses psikotes hingga wawancara dan meneken pakta integritas.

- Dirombak dua kali karena kasus korupsi.

=> Joko Widodo-Jusuf Kalla
(2014-2019)

Menteri non-parpol: 18 orang
Menteriparpol : 16 orang

Dari 34 kementerian, 19 kementerian merupakan nomenklatur lama, enam kementerian lama dengan nomenklatur baru, enam kementerian gabungan dari sebelumnya, dan tiga  ementerian baru.

Enam kementerian gabungan, seperti Kementerian Kedaulatan Pangan yang merupakan gabungan dari pertanian, perkebunan dan perikanan; Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset merupakan gabungan pecahan Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi;  Kementerian Infrastruktur; Kementerian Maritim, dan Kementerian Pendidikan Dasar.

Tiga kementerian baru, yakni Kementerian Agraria, Kementerian Kependudukan, dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Kementerian Agraria merupakan pengubahan dari Badan Pertanahan Negara, sedangkan Kementerian Kependudukan berasal dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Sumber dan Bahan: PDAT, diolah IRA GUSLINA

Topik terhangat:

Koalisi Jokowi-JK | Ahok dan Gerindra | Pilkada oleh DPRD | IIMS 2014

Berita terpopuler lainnya:
Ahok Minta Lulung Diam, tapi Ada Syaratnya
SBY Bingung Disalahkan Soal RUU Pilkada
Koalisi Merah Putih Jalani Strategi Bumi Hangus
Menelisik Pengurusan Pelat Nomor Cantik Mobil Mewah

Sesuai dengan makna dan jiwa Ketetapan MPRS No. XIII/MPRS/1966 tanggal 5 Juli 1966, Presiden Sukarno bersama Letnan Djenderal Soeharto sebagai pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 telah membentuk Kabinet Ampera, yang susunannya, baik strukturil maupun personalia, telah diumumkan oleh Presiden pada tanggal 25 Juli 1966.
Cara pembentukkan, tugas pokok, program, susnan dan syarat-syarat bagi Menteri-menteri telah ditentukan dalam Ketetapan MPRS tentang Kabinet Ampera. Tugas pokok Kabinet Ampera ialah menciptakan kestabilan politik dan ekonomi, yang disebut Dwidarma Kabinet, sedang program empat pasal yang tercantum dalam Ketetapan itu disebut Tjatur Karya Kabinet Ampera.

Tidak tersedia versi lain

Halo Sobat Zenius! Di artikel kali ini, gue akan membahas nama kabinet pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno sampai Jokowi secara lengkap. 

Dalam setiap era kepemimpinan, Presiden Indonesia tidaklah sendirian. Setiap presiden memiliki kabinetnya masing-masing dalam menjalankan tugasnya selaku kepala pemerintahan. 

Sepanjang sejarah Indonesia telah dipimpin oleh berbagai kabinet, dan nama kabinet Presiden Soekarno sampai Jokowi pun berbeda-beda. 

Ir. Soekarno dan Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, sebagai presiden pertama dan kedua di Indonesia mempunyai jumlah kabinet yang lebih banyak jika dibandingkan dengan presiden setelah era reformasi. 

Hal ini terjadi karena pada era sebelum reformasi belum ada peraturan yang mengatur bahwa masa kepemimpinan seorang presiden paling banyak adalah sebanyak dua periode. Kedua presiden pertama Indonesia tersebut memiliki kabinet lebih dari 5. 

Pada masa pemerintahan Bung Karno, perubahan kabinet Indonesia bisa berlangsung bahkan kurang dari setahun. Kondisi politik yang belum menentu ditambah adanya agresi militer membuat perubahan kabinet dalam dalam waktu cepat menjadi mungkin.

Bahkan, pada era kepemimpinan Panglima Besar Revolusi tersebut tercatat pernah ada kabinet yang hanya bertahan selama 32 hari. Kabinet tersebut adalah Kabinet Dwikora II yang juga dikenal sebagai kabinet 100 menteri meski sebenarnya jumlah menteri yang sebenarnya adalah 132 orang. 

Di bawah ini gue ingin menjabarkan nama-nama presiden beserta kabinetnya secara detail.

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimaln persiapanmu sekarang juga!

Soekarno 

Formasi kabinet yang dibentuk oleh Soekarno pada masa awal pemerintahannya bernama Kabinet Presidensial. 

Sejauh ini jumlah kabinet Indonesia terbanyak ada pada era Bung Karno. Sebagai negara yang baru merdeka saat itu, Indonesia masih mencari sistem yang paling nyaman untuk digunakan.

Ilustrasi kabinet Indonesia era Soekarno (Dok. id.wikipedia.org)

Belum lagi dengan adanya kesibukan untuk segera menuntaskan urusan dengan Belanda dalam menentukan wilayah. Pergolakan politik yang terjadi di Indonesia pada masa itu benar-benar panas.

Membahas kabinet Bung Karno ada baiknya dimulai dari era revolusi, demokrasi liberal, dan demokrasi terpimpin. 

Era revolusi dimulai sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 hingga saat Kerajaan Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949.

Kabinet yang pernah menjalankan pemerintahan Indonesia pada era revolusi antara lain adalah Kabinet Syahrir, Kabinet Hatta, dan Kabinet Amir Syarifuddin. Nama-nama kabinet tersebut diambil dari nama perdana menterinya. 

Selanjutnya adalah era demokrasi liberal. Pada saat itu kabinet Indonesia diduduki oleh partai-partai yang menempatkan perwakilannya dalam kabinet.

Dimulai dari Kabinet Susanto dan Kabinet Halim yang bertugas pada era Republik Indonesia Serikat (RIS) sebelum akhirnya RIS dibubarkan. Setelah RIS dibubarkan, kabinet-kabinet yang bertugas dimulai dari Kabinet Natsir sampai Kabinet Djuanda.

Salah satu prestasi dari era demokrasi liberal adalah untuk pertama kalinya di Indonesia diadakan pemilihan umum yang saat itu berlangsung di bawah kepemimpinan Kabinet Burhanuddin Harahap. Pemilihan umum pertama ini diadakan pada tahun 1955. 

Setelah era demokrasi liberal berakhir, lahirlah era demokrasi terpimpin. Pada era ini, kabinet kembali dipimpin oleh presiden dan bukan lagi oleh perdana menteri.

Kabinet pemerintahan Indonesia era demokrasi terpimpin antara lain adalah Kabinet Kerja I, II dan III serta Kabinet Dwikora I, II dan III.

Berikut ini adalah daftar kabinet pada masa pemerintahan Presiden Soekarno:

  1. Kabinet Presidensial (1945 – 1945)
  2. Kabinet Sjahrir I (1945 – 1946)
  3. Kabinet Sjahrir II (1946 – 1946)
  4. Kabinet Sjahrir III (1946 – 1947)
  5. Kabinet Amir Sjarifuddin I (1947 – 1947)
  6. Kabinet Amir Sjarifuddin II (1947 – 1948)
  7. Kabinet Darurat (1948 – 1949)
  8. Kabinet Hatta I (1948 – 1949)
  9. Kabinet Hatta II (1949 – 1949)
  10. Kabinet RIS (Republik Indonesia Serikat) (1949 – 1950)
  11. Kabinet Susanto (1949 – 1950)
  12. Kabinet Halim (1950 – 1950)
  13. Kabinet Natsir (1950 – 1951)
  14. Kabinet Sukiman-Suwiryo (1951 – 1952)
  15. Kabinet Wilopo (1952 – 1953)
  16. Kabinet Ali Sastromijojo I (1953 – 1955)
  17. Kabinet Burhanuddin Harahap (1955 – 1956)
  18. Kabinet Ali Sastromijojo II (1956 – 1957)
  19. Kabinet Djuanda (1957 – 1959)
  20. Kabinet Kerja I (1959 – 1960)
  21. Kabinet Kerja II (1960 – 1962)
  22. Kabinet Kerja III (1962 – 1963)
  23. Kabinet Kerja IV (1963 – 1964)
  24. Kabinet Dwikora I (1964 – 1966)
  25. Kabinet Dwikora II (1966 – 1966)
  26. Kabinet Dwikora III (1966 – 1966)
  27. Kabinet Ampera I (1966 – 1967)

Kabinet yang kini dikenal sebagai kabinet seratus menteri adalah kabinet Dwikora II. Sebenarnya ada dua kabinet yang beranggotakan lebih dari 100 orang yaitu Kabinet Dwikora I dan Kabinet II.

Adapun jumlah anggota dari kedua kabinet tersebut adalah 110 orang pada Dwikora I dan 132 orang pada Dwikora II. 

Soeharto 

Ilustrasi kabinet presiden Soeharto (Dok. id.wikipedia.org)

Setelahnya adalah kabinet yang menjabat di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Presiden Soeharto memimpin 7 kabinet dengan nama yang sama.

Awal pemerintahan Presiden Soeharto dibentuk suatu kabinet yang diberi nama Kabinet Ampera II.

Kabinet yang dibentuk Soeharto setelah menjabat sebagai presiden di antaranya:

  1. Kabinet Ampera II (1967 – 1968)
  2. Kabinet Pembangunan I (1968 – 1973)
  3. Kabinet Pembangunan II (1973 – 1978)
  4. Kabinet Pembangunan III (1978 – 1983)
  5. Kabinet Pembangunan IV (1983 – 1988)
  6. Kabinet Pembangunan V (1988 – 1993)
  7. Kabinet Pembangunan VI (1993 – 1998)
  8. Kabinet Pembangunan VII (1998 – 1998)

Beberapa prestasi yang ditorehkan oleh kabinet Presiden Soeharto adalah saat Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan yang berarti Indonesia berhasil memenuhi kebutuhan pangan dalam negerinya secara mandiri tanpa impor.

Dalam menjalankan pemerintahannya, Presiden Soeharto mencanangkan program bernama Pelita (pembangunan lima tahun). Masa bakti Kabinet Pembangunan VII berlangsung tidak lama karena terjadi peristiwa reformasi yang diikuti dengan mundurnya Presiden Soeharto. 

B.J. Habibie

Ilustrasi kabinet BJ Habibie (Dok. id.wikipedia.org)

Kepemimpinan Presiden Soeharto harus diakhiri saat berlangsung reformasi. Presiden Habibie yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden akhirnya naik menjadi presiden untuk menggantikan Presiden Soeharto. 

Setelah menjabat sebagai presiden BJ Habibie membentuk kabinet yang dinamakan Kabinet Reformasi Pembangunan.

Peristiwa penting yang terjadi dalam era beliau adalah saat Timor Leste menyelenggarakan referendum yang akhirnya membuatnya berpisah dari Indonesia. Periode kepemimpinan Presiden Habibie tidaklah lama yakni hanya dari 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999. 

Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Kabinet yang dibentuk oleh Presiden Abdurrahman Wahid bernama Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001).

Pada era kepemimpinannya, Gus Dur membubarkan dua kementerian (dulu masih bernama departemen) yakni Penerangan dan Sosial. Selain itu, untuk pertama kalinya di Indonesia dibentuk Kementerian HAM yang kini digabungkan dengan Kementerian Hukum.

Kabinet Persatuan Nasional akhirnya harus mengakhiri masa tugasnya lebih cepat karena pada tahun 2001 Presiden Gus Dur dimakzulkan oleh MPR. 

Megawati Soekarnoputri

Dengan dimakzulkannya Gus Dur, Presiden Megawati yang sebelumnya bertugas sebagai wakil presiden naik menggantikan beliau.

Dalam masa pemerintahannya, nama kabinet yang dibentuk oleh Megawati adalah Kabinet Gotong Royong.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Ilustrasi kabinet SBY (Dok. id.wikipedia.org)

Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden pertama dalam sejarah Indonesia yang dipilih rakyat secara langsung melalui mekanisme pemilihan umum.

Presiden SBY menjabat sebagai presiden sebanyak dua periode dengan membentuk Kabinet Indonesia Bersatu dan Kabinet Indonesia Bersatu II. Saat menjalankan kepemimpinan dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid pertama, SBY didampingi oleh Jusuf Kalla. 

Adapun pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, SBY didampingi oleh Boediono.  

Joko Widodo (Jokowi)

Kabinet Pemerintahan Indonesia yang terbaru berada di bawah kepemimpinan seseorang yang berasal dari Solo. 

Salah satu hal yang tidak berubah dari masa kepemimpinan Presiden SBY sampai Presiden Joko Widodo adalah jumlah anggota kabinet yang sama-sama berjumlah 34 orang. 

Sebagaimana Presiden SBY, Presiden Joko Widodo juga menjabat selama dua periode. Pada periode pertama yang dimulai pada tahun 2014, kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Presiden Joko Widodo disebut Kabinet Kerja dengan didampingi Jusuf Kalla.

Sedangkan, pada kepemimpinannya yang kedua, Presiden Joko Widodo bersama wakilnya KH. Ma’ruf Amin dibantu oleh Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan pada tanggal 23 Oktober 2019.

Oke, itu tadi nama kabinet Presiden Soekarno sampai Jokowi yang perlu Sobat Zenius ketahui. 

Semoga dengan membaca artikel ini, elo bisa mengingat daftar kabinet Pemerintahan Indonesia secara lengkap ya. 

Elo pun bisa langganan paket belajar Zenius buat ikut live class bareng para tutor yang seru dan dapetin akses ke ribuan latihan soal. Klik banner di bawah ini buat info selengkapnya, ya!


Oh iya, materi tentang daftar kabinet pemerintahan Indonesia ini juga udah dibahas lengkap dalam playlist video Zenius lho, sehingga akan lebih mudah elo cerna. Cek penjelasan lengkapnya di sini ya!

Baca Juga Artikel Lainnya:

Presiden Kebijakan Reformasi

Biografi Joe Biden

Pemilu Masa Orde Baru

Originally published: October 23, 2019
Updated by: Maulana Adieb dan Sabrina Mulia Rhamadanty