Materi panduan untuk life cycle assessment

Sekretariat PROPER Ditjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menambahkan Life Cycle Assesment (LCA) dalam kriteria penilaian perusahaan. Penambahan kriteria ini diberlakukan setelah revisi Peraturan Menteri LH Nomor 3 Tahun 2014 tentang PROPER terbit. Penerapan penilaian daur hidup (LCA) ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menghitung keberlanjutan penggunaan sumber daya alam, pembuangan pada lingkungan, serta mengevaluasi dan menerapkan kemungkinan perbaikan lingkungan.

Life Cycle Assessment (LCA) adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menganalisa dampak suatu produk lingkungan selama siklus hidup produk. Konsep Life Cycle Assessment (LCA) didasarkan pada pemikiran bahwa suatu sistem industri tidak lepas kaitannya dengan lingkungan tempat industri itu berada. Life Cycle Assessment secara umum merupakan pendekatan untuk mengukur dampak lingkungan yang diakibatkan oleh produk atau aktivitas mulai dari pengambilan bahan baku (raw material), diikuti proses produksi dan penggunaan, dan berakhir pada pengelolaan sampah atau limbah.

Life Cycle Assessment (LCA) dapat digunakan untuk membantu strategi bisnis perusahaan dalam membuat keputusan terkait peningkatan kualitas produk dan proses serta untuk mempelajari aspek lingkungan dari produk. Panduan dan prosedur dari Life Cycle Assessment (LCA) serta penerapannya merupakan bagian dari ISO 14040:2006 dan ISO 14044:2006 (yang diadop oleh BSN menjadi SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017).

Training ini merupakan program dalam rangka pengenalan Life Cycle Assessment (introduction to Life Cycle Assessment) dan penerapannya dalam suatu studi kasus

TUJUAN

  1. Meningkatkan persepsi terhadap bahaya kerusakan lingkungan hidup
  2. Memahami standar yang terkait LCA (ISO 14040-14043) dan laporan teknis telah diterbitkan dalam organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) untuk merampingkan metodologi
  3. Menerapkan LCA dalam pengembangan strategis, pengembangan dan pemasaran produk
  4. Menerapkan metodologi LCA yang telah dikembangkan secara ekstensif selama dekade terakhir ini

OUTLINE MATERI

  • Pengantar Tentang Global Sustainability
  • Overview Life Cycle Assessment dan Hubungannya dengan Dukungan Keputusan Lingkungan
  • Driver untuk Penerapan Penilaian Daur Hidup (Environmental Awareness, Business Advantage, Cleaner Production, PROPER)
  • ISO 14040:2006 Environmental Management, Life Cycle Assessment, Principles and Framework
  • ISO 14044:2006 Environmental Management, Life Cycle Assessment, Requirements and Guidelines
  • Penentuan Tujuan (Goal), Lingkup (Scope) dan Batasan Sistem (Boundary System) dalam LCA
  • Inventory Analysis (Input, Proses dan Output)
  • Life Cycle Impact Assessment (LCIA)
  • Interpretasi dari Hasil Assessment (Identifikasi Hot Spot, Penarikan Kesimpulan dan Rekomendasi)
  • Studi Kasus Penerapan LCA
  • Pengenalan cara melakukan LCA menggunakan Software Thinkstep GaBi–the most trusted product sustainability solution for LCA

PESERTA

Pelatihan Life Cycle Asessment ini diberikan kepada para pegawai pada level mulai staf hingga manager atau pimpinan Departemen K3L (EHS), EHS Engineer, Bagian Quality, Bagian Produksi atau Operasi, atau bagian yang terkait dengan proses LCA di perusahaan

LCA atau Life Cycle Assessment adalah hal yang penting dalam proses produksi barang maupun jasa. Simak pengertian dan tahapan-tahapannya berikut ini!

Saat ini kesadaran konsumen akan produk yang mereka beli semakin tinggi. Mereka mulai mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan untuk menggunakan produk atau layanan. Life cycle assessment adalah metode penting yang harus dipahami oleh para produsen untuk menghasilkan barang dan jasa dengan kualitas terbaik.

Apa yang dimaksud dengan life cycle assessment atau LCA? Bagaimana cara kerja dan apa saja tahapan-tahapannya? Mengapa LCA itu penting dan siapa saja yang membutuhkannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Pengertian Life Cycle Assessment

Penilaian siklus hidup atau life cycle assessment adalah metodologi yang digunakan untuk menilai dampak lingkungan yang terkait dengan semua tahapan siklus hidup sebuah produk, proses atau layanan komersial.

Contohnya saja dalam produksi barang manufaktur.

Dampak lingkungan dinilai mulai dari ekstraksi dan pemrosesan bahan mentah (cradle), proses pembuatan, distribusi dan penggunaan produk sampai tahap daur ulang atau pembuangan akhir bahan penyusunnya (grave).

Karena itu, LCA juga dikenal dengan istilah lain cradle to grave.

Ada banyak sekali manfaat LCA. Hasil LCA dapat membantu Anda dalam meningkatkan pengembangan produk, pemasaran, perencanaan strategis bahkan pembuatan kebijakan. Konsumen juga bisa mempelajari tentang bagaimana sustainability dari produk yang Anda hasilkan.

Semua komponen dalam perusahaan juga bisa menggunakan LCA untuk menyempurnakan tugas-tugas mereka.

Departemen pembelian sebuah perusahaan bisa mempelajari supplier mana yang memiliki produk dan metode yang paling berkelanjutan.

Desainer produk juga bisa mengeksplorasi tentang bagaimana pilihan desain mereka berpengaruh terhadap sustainabilitas produk.

Jenis LCA juga ada banyak.

Aturan praktisnya adalah semakin banyak detail yang Anda inginkan, semakin lengkap LCA Anda. Laporan untuk penggunaan internal biasanya memiliki persyaratan yang lebih sedikit daripada laporan yang digunakan untuk pemasaran eksternal lainnya.

Tahapan-tahapan dalam Life Cycle Assessment

Life cycle assessment adalah metodologi standar yang memberikan keandalan dan transparansi. Standarnya disediakan oleh ISO (International Organization for Standardization) dalam ISO 14040 dan 14044. LCA dijelaskan dalam 4 fase utama yakni:

Langkah 1: Tujuan dan Cakupan Definisi LCA

Langkah definisi tujuan dan cakupan memastikan bahwa LCA Anda dilakukan secara konsisten. LCA memodelkan produk, layanan atau siklus hidup dari sebuah sistem. Model adalah penyederhanaan yang artinya bahwa realitas mungkin akan terdistorsi meskipun sedikit.

Tantangan bagi praktisi LCA adalah memastikan bahwa proses penyederhanaan dan distorsi yang ada tidak terlalu berpengaruh pada hasil. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan hati-hati dalam menentukan tujuan dan ruang lingkup LCA.

Langkah 2: Analisis Inventarisasi Ekstraksi dan Emisi

Dalam analisis inventaris, Anda akan melihat semua output dan input lingkungan terkait dengan produk atau layanan yang dihasilkan. Contoh input lingkungan misalnya adalah sesuatu yang Anda ambil dari lingkungan untuk dimasukkan ke dalam siklus produk termasuk penggunaan bahan mentah dan energi.

Sementara itu output lingkungan adalah sesuatu yang dihasilkan oleh siklus hidup produk Anda ke lingkungan seperti emisi polutan dan aliran limbah. Keduanya akan memberikan gambaran lengkap untuk LCA yang Anda lakukan.

Langkah 3: Penilaian Dampak Siklus Hidup

Dalam penilaian dampak siklus hidup atau Life Cycle Impact Assessment, Anda akan memperoleh kesimpulan yang memungkinkan Anda untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Anda mengklasifikasikan dampak lingkungan, mengevaluasinya berdasarkan apa yang paling penting bagi perusahaan kemudian menerjemahkannya dalam beberapa tema terkait lingkungan seperti pemanasan global atau dampaknya bagi kesehatan manusia.

Pilihan terpenting yang harus Anda buat adalah seberapa terintegrasi hasil yang Anda inginkan. Apakah Anda ingin skor tunggal untuk mengetahui sustainabilitas produk Anda?

Atau Anda ingin melihat apakah desain baru produk Anda akan meningkatkan emisi karbondioksida dan menjaga perubahan penggunaan lahan pada kondisi yang sama? Ini biasanya tergantung pada kebutuhan Anda dan kemampuan audiens untuk memahami hasilnya.

Langkah 4: Interpretasi

Selama fase interpretasi, Anda memastikan apakah kesimpulan yang dibuat cukup kuat. Standar ISO 14044 menjelaskan sejumlah pemeriksaan untuk menguji apakah kesimpulan yang ada memiliki data dan prosedur yang cukup memadai. Dengan begitu, Anda bisa membagikan hasil LCA dan keputusan lanjutan yang Anda buat kepada siapa pun tanpa rasa khawatir.

Contoh Pelaksanaan LCA

Untuk memahami lebih lanjut bagaimana cara kerja LCA, kita akan menggunakan produk t-shirt sebagai contoh. Produk t-shirt pada dasarnya relatif sederhana.

Tapi Anda masih perlu mempertimbangkan berbagai hal untuk membuat penilaian siklus hidup yang tepat. Adapun tujuan dari ruang lingkup analisis t-shirt dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Tujuannya adalah untuk membuat produk t-shirt yang dihasilkan lebih berkelanjutan dengan cara mengurangi emisinya selama siklus hidup. Tujuan lainnya adalah untuk memproduksinya secara lebih efisien dengan merampingkan prosesnya
  • Produksi t-shirt dilihat secara menyeluruh, menganalisis dampak lingkungan mulai dari pemilihan bahan baku sampai proses daur ulang atau akhir pemakaiannya. LCA juga bisa digunakan untuk melihat berapa banyak emisi yang dihasilkan untuk memproduksi 1 buah t-shirt.

Siapa yang Harus Menerapkan LCA dan Mengapa Penerapannya Penting?

Pada dasarnya, semua industri sebaiknya menerapkan LCA. Ada berbagai keuntungan yang bisa diperoleh oleh perusahaan yang menerapkan LCA misalnya saja penghematan energi, bahan baku, biaya distribusi, ongkos penanganan limbah yang lebih rendah dan tentu saja citra perusahaan juga akan meningkat di mata konsumen, klien maupun masyarakat.

LCA penting karena mungkin saja Anda memiliki barang atau jasa yang mengurangi biaya, energi atau emisi pada satu area penggunaannya, tapi secara keseluruhan ternyata dampaknya lebih besar.

Misalnya saja seseorang mengembangkan proses luar biasa untuk mengurangi biaya produksi, energi dan emisi dari produk pemanggang roti. Tapi setelah selesai dikembangkan, pemanggang itu malah membutuhkan lebih banyak listrik daripada yang sebelumnya.

Tergantung pada seberapa banyak listrik yang digunakan, hal itu dapat mengimbangi penghematan biaya, energi atau emisi dalam pembuatan pemanggang roti. Pada akhirnya ini bisa merusak tujuan untuk mengurangi keseluruhan biaya energi dan emisi dari pembuatan sepotong roti panggang.

Dengan kata lain, adanya penilaian siklus hidup memungkinkan kita lebih memahami dampak sebenarnya dari setiap barang dan jasa yang dihasilkan. Ini adalah sumber informasi yang penting bagi para ilmuwan, konsumen dan pembuat kebijakan.

Life cycle assessment adalah sebuah proses yang cukup kompleks dan harus dilakukan oleh seorang tenaga profesional yang tersertifikasi. Ingin menjadi seorang pakar LCA atau perusahaan Anda membutuhkan karyawan dengan kemampuan di bidang penilaian siklus hidup? Mutu Institute siap membantu Anda.

Sebagai lembaga pelatihan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, Mutu Institute siap menyediakan pelatihan di berbagai bidang mulai dari pertanian, kehutanan, sistem manajemen dan tentu saja sustainabilitas. Hubungi kami sekarang juga untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Ingin mengikuti Pelatihan/Training? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau 081918800013. Ikuti Training sesuai kebutuhan Anda Bersama Kami. Anda dapat mengajukan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan maupun individu. Hubungi Mutu Institute sekarang juga. Follow juga Instagram Mutu Institute di @mutu_institute untuk update pelatihan lainnya.

Langkah langkah dalam melakukan Life Cycle Assessment?

Metode LCA dilakukan melalui empat tahap yaitu goal and scope, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA) dan Interpretasi hasil dengan menggunakan software Simapro.

Life Cycle Assessment itu apa?

Life Cycle Assessment (LCA) adalah suatu pendekatan untuk menilai atau mengevaluasi potensi dampak lingkungan dari produk atau jasa pada semua tahap dalam siklus hidupnya.

Apa itu gate to gate?

1. Gate to gate, merupakan ruang lingkup pada analisis daur hidup yang terpendek karena hanya meninjau kegiatan yang terdekat. 2. Cradle to gate, dimulai dari raw material (bahan mentah) sampai batas proses sebelum operasi produk.