Perdagangan antara indonesia dan amerika serikat

Deskripsi

Neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) selalu mengalami surplus sejak 2014. Pada 2020, surplus ini meningkat cukup signifikan yakni 31,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Surplus neraca dagang ini dikarenakan nilai ekspor Indonesia ke AS lebih besar dibandingkan nilai impor. Pada 2020, nilai ekspor naik hingga US$18,62 miliar. Sementara, nilai impor Indonesia enurun ke angka US$7,49 miliar. (RA)

Amerika Serikat Majukan Pilar IPEF dengan Kunjungan Misi Perdagangan “Clean EDGE” ke Indonesia (State Dept. / Erik A. Kurniawan)

Hari ini (6/6), Departemen Perdagangan Amerika Serikat memimpin delegasi perwakilan bisnis AS yang akan menjajaki peluang dan kolaborasi baru di pasar Indonesia, sebagai bagian dari Misi Pengembangan Bisnis “Clean EDGE Asia”. Ini merupakan kunjungan pertama misi perdagangan pemerintah AS ke kawasan Asia, setelah penandatanganan bersejarah Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity, atau IPEF) oleh Presiden Joe Biden, Presiden Jokowi, dan pemimpin lainnya di kawasan. IPEF terdiri dari Amerika Serikat, Indonesia, dan 12 negara mitra lainnya.

Amerika Serikat Majukan Pilar IPEF dengan Kunjungan Misi Perdagangan “Clean EDGE” ke Indonesia (State Dept. / Erik A. Kurniawan)

Misi ini bertujuan untuk mendukung dan mempercepat transisi energi bersih di Asia dengan  menggunakan keahlian dan sumber daya sektor publik dan swasta AS. Misi ini akan menghimpun perusahaan-perusahaan ternama AS bidang energi terbarukan yang bergerak dalam pengembangan energi surya, tenaga angin, biomassa, dan bentuk-bentuk energi terbarukan lainnya serta mempertemukan mereka dengan mitra-mitra Indonesia dari sektor energi dan para pengambil keputusan di pemerintahan. Wakil Asisten Menteri untuk Asia Pamela Phan memimpin misi untuk Departemen Perdagangan AS didampingi oleh Direktur Badan Pembangunan dan Perdagangan AS (U.S. Trade and Development Agency) Enoh T. Ebong serta perwakilan Export-Import Bank of the United States.

Delegasi AS termasuk 12 perusahaan industri terkemuka sub-sektor energi terbarukan dan bahan bakar, penyimpanan energi, hidrogen, jaringan kelistrikan berteknologi canggih atau smart grid, nuklir, dan gas alam cair (LNG) seperti: Bechtel (Texas), Bloom Energy (California), Cheniere Energy (Texas), Ecoplexus (California), FuelCell Energy (California), Itron (Washington), Marquis Energy Global (Illinois), NuScale Power (Oregon), Sempra Energy (California), U.S. Grains Council (Washington, D.C.), UPC Renewables (Florida), dan Westinghouse Electric Company (Pennsylvania). Secara kolektif, perusahaan-perusahaan ini berpotensi meningkatkan investasi asing dalam sektor ketenagalistrikan Indonesia secara tajam.

“Misi Clean EDGE Asia memberikan peluang tepat waktu untuk menyingsingkan lengan baju kita dan mendiskusikan kemitraan perdagangan yang makin berkembang antara AS dan Indonesia di bawah Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF),” ujar Juru Bicara Kedutaan Besar AS Michael Quinlan.

Untuk memperdalam peran serta ekonomi AS di kawasan, pilar “Ekonomi Bersih” IPEF pertama kali mengupayakan komitmen berstandar tinggi di bidang energi bersih, dekarbonisasi, dan infrastruktur, serta mengejar target-target ambisius dalam mengatasi krisis iklim. Pilar “Ekonomi yang Terhubung” IPEF akan mengembangkan aturan main berstandar tinggi dalam ekonomi digital, serta standar ketenagakerjaan dan lingkungan kerja yang kuat serta ketentuan-ketentuan akuntabilitas korporasi yang mendorong perlombaan menuju puncak bagi para pekerja melalui perdagangan.

Amerika Serikat Majukan Pilar IPEF dengan Kunjungan Misi Perdagangan “Clean EDGE” ke Indonesia (State Dept. / Erik A. Kurniawan)

Amerika Serikat kini merupakan investor asing terbesar keempat di Indonesia, meningkat  menjadi empat posisi terbesar dari tahun sebelumnya.

“Perusahaan-perusahaan Amerika menawarkan keunggulan dan nilai-nilai perusahaan AS kepada pasar Indonesia,” ujar Atase Perdagangan AS Paul Taylor. “Manfaat ekonomi bagi mitra-mitra kami di kawasan akan datang melalui kerangka kerja investasi dan perdagangan, yang tidak dapat dipisahkan dari prinsip bersama kita akan kesetaraan, pasar bebas, kemakmuran inklusif, ketahanan dan keamanan bersama.”

Perdagangan barang dua arah antara Amerika Serikat dan Indonesia tahun lalu meningkat lebih dari 30%, menjadi 36 miliar dolar.

Untuk Indonesia, Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar kedua, dan Indonesia mengalami surplus perdagangan tahunan yang besar dengan AS. Impor AS dari Indonesia mencakup sebagian besar produk bernilai tambah, menciptakan dampak ekonomi yang luas dan positif di Indonesia. Produk-produk ini antara lain tekstil dan alas kaki (26,6%), produk pertanian (20,3%), dan mesin serta peralatan mekanik (14,7%). Amerika Serikat memiliki biaya tarif rata-rata tertimbang rendah—1,52% pada 2020. Separuh barang industri (non-pertanian) masuk ke AS dengan bebas bea.

IPEF merupakan kerangka ekonomi abad ke-21 yang dirancang untuk mengatasi tantangan ekonomi abad ke-21, mulai dari menetapkan aturan untuk ekonomi digital hingga memastikan rantai pasokan yang aman dan tangguh hingga mengelola transisi energi hingga berinvestasi dalam infrastruktur modern yang berkualitas. IPEF mencerminkan keragaman kawasan Indo-Pasifik secara menyeluruh, dengan anggota-anggota dari Asia Timur Laut dan Tenggara, Asia Selatan, Oseania, dan Kepulauan Pasifik.

Direkomendasikan untuk Anda

Lembar FaktaKantor Juru Bicara

12 Desember 2021

Menteri Luar Negeri Antony J. Blinken akan berkunjung ke Indonesia pada 13-14 Desember dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan pejabat tinggi Indonesia lainnya untuk kembali menegaskan Kemitraan Strategis AS-Indonesia yang kuat, serta arti penting kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Mereka juga akan mendiskusikan respons terhadap tantangan-tantangan COVID-19 dan krisis iklim, langkah-langkah untuk memperkuat demokrasi dan hak asasi manusia, serta memperluas kerja sama dalam bidang-bidang seperti kerja sama maritim, kesehatan global, dan ekonomi digital.

Memperkuat Kemitraan Strategis AS-Indonesia

  • Amerika Serikat dan Indonesia memiliki Kemitraan Strategis yang mendalam dan langgeng yang didasari oleh nilai-nilai bersama, termasuk kepercayaan mendasar terhadap demokrasi. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia berada pada posisi yang tepat – baik secara regional maupun global – untuk menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam hal toleransi beragama, kemajemukan, dan inklusi.
  • Memperkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia merupakan prioritas kebijakan luar negeri AS, mengingat status Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, peran kepemimpinannya yang bersejarah dalam ASEAN, dan perannya sebagai presiden G20. Kunjungan Menlu Blinken ke Jakarta merupakan tindak lanjut dari Dialog Strategis AS-Indonesia pertama yang diadakan di Washington pada Agustus 2021, pertemuan antara Presiden Joseph R. Biden dan Presiden Jokowi di Glasgow pada November, serta partisipasi Presiden Jokowi dalam Summit Democracy pada bulan Desember.
  • Pandemi COVID-19 telah menghadapkan kedua negara kitapada sejumlah tantangan, dan kita akan terus bekerja sama untuk mengakhiri pandemi ini dan memperkuat kerangka kesehatan global untuk mencegah pandemi berikutnya. Amerika Serikat telah membagikan lebih dari 25 juta dosis vaksin kepada rakyat Indonesia melalui COVAX dan akan ada lagi pengiriman berikutnya. Kami menantikan kerja sama yang lebih jauh lagi untuk melawan pandemi ini dan memperkuat ekonomi kita.
  • Kedua negara kita berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi erat untuk merespons krisis iklim melalui beragam upaya dan melalui Kelompok Kerja Iklim Bilateral tingkat tinggi, serta mempercepat implementasi pada dekade ini guna membatasi pemanasan suhu bumi hingga 1,5 derajat Celsius. Indonesia juga bekerja sama secara erat dengan Amerika Serikat melalui kolaborasinya dengan Kemitraan Energi Bersih Jepang-AS, yang menargetkan untuk mempercepat upaya dekarbonisasi melalui investasi swasta yang berkelanjutan.
  • Amerika Serikat dan Indonesia berkomitmen untuk memperkuat demokrasi dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Setelah Summit for Democracy, kedua negara kita akan terus bekerja untuk menghadapi tantangan-tantangan serius terhadap demokrasi di dalam dan luar negeri dan melakukan upaya-upaya untuk melindungi hak asasi manusia secara lebih baik dan memastikan bahwa demokrasi terlaksana.

Amerika Serikat dan Indonesia Memiliki Visi Yang Sama Akan Kawasan Indo-Pasifik Yang Bebas dan Terbuka

  • Amerika Serikat dan Indonesia memiliki visi yang sama akan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, termasuk komitmen terhadap kebebasan navigasi dan penerbangan. Indonesia merupakan pemimpin dalam ASEAN dan “jangkar” tatanan berbasis aturan di Indo-Pasifik. Amerika Serikat senantiasa memiliki keterlibatan mendalam di Indo-Pasifik, dan kami serta mitra-mitra kami percaya bahwa cara terbaik untuk menghindari konflik adalah dengan menegaskan kembali nilai-nilai bersama kita.
  • Kami mendukung upaya kuat Indonesia untuk melindungi hak-hak maritimnya dan mempertahankan diri dalam menghadapi agresi Republik Rakyat China (RRC) di Laut China Selatan, termasuk di zona ekonomi eksklusifnya di sekitar Kepulauan Natuna.
  • Kerja sama keamanan merupakan pilar utama kemitraan strategis kita. Amerika Serikat bangga menjadi mitra pertahanan terbesar Indonesia dari segi jumlah latihan dan acara tahunan yang kita ikuti bersama. Kerja sama kita dalam antiterorisme dan melawan ekstremisme kekerasan juga merupakan komponen penting dalam upaya bersama kita membangun dunia yang lebih aman.

Meningkatkan Hubungan Bilateral dan Investasi Akan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Yang Pesat

  • Amerika Serikat terus berkomitmen terhadap kesejahteraan Indonesia. Kami berkomitmen untuk menjunjung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, yang memungkinkan semua bangsa, termasuk Indonesia, mengejar pertumbuhan ekonomi yang konsisten dengan hukum internasional dan prinsip kompetisi yang adil. Hubungan perdagangan investasi bilateral kita menawarkan beragam kesempatan untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi demi kepentingan warga negara kita semua.
  • Kami tengah mengerahkan alat-alat baru dan inovatif untuk mendukung keterlibatan bisnis AS di Indonesia demi kebaikan kedua negara. U.S. International Development Finance Corporation mengkatalisasi investasi sektor swasta AS dalam sektor infrastruktur, digital, dan energi Indonesia yang sedang berkembang, dan kesepakatan pembiayaan infrastruktur bilateral yang baru-baru ini ditandatangani akan menarik modal sektor swasta untuk menjembatani kesenjangan infrastruktur Indonesia yang diperkirakan bernilai 1,5 triliun dolar.
  • Perusahan-perusahaan AS merupakan investor besar dalam ekonomi Indonesia, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan berkelanjutan dalam beragam sektor. Bekerja sama secara kolaboratif untuk meningkatkan standar perdagangan, termasuk menciptakan proses yang lebih inklusif yang mempertemukan pekerja dari berbagai latar belakang, akan memastikan bahwa keuntungan perdagangan global akan dinikmati oleh lebih banyak pihak. Kami percaya bahwa langkah ini akan menghasilkan kebijakan-kebijakan perdagangan yang lebih berkelanjutan yang didukung beragam pemangku kepentingan dan membuahkan hasil nyata.

Komitmen Bersama untuk Mempererat Hubungan Antar Masyarakat

  • Kita baru saja merayakan 70 tahun hubungan bilateral dan terus memperluas hubungan antar masyarakat kita. Sejak 1952, ada lebih dari 2.400 warga negara Indonesia dan 1.200 warga negara Amerika yang mendapatkan beasiswa Fulbright untuk belajar, mengajar, dan melakukan riset dan proyek profesional penting.
  • Ada hampir 40.000 warga negara Indonesia yang menjadi anggota Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), yang merupakan jumlah anggota terbanyak dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Tiap tahun, Misi AS untuk Indonesia mengirimkan hingga 200 pemimpin-pemimpin baru Indonesia ke Amerika Serikat untuk mengikuti beragam program pertukaran pemuda, dan sebelum pandemic ada sekitar 8.300 warga negara Indonesia yang bersekolah di AS tiap tahunnya. Amerika Serikat terus bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan jumlah murid pertukaran di kedua negara kita.

Direkomendasikan untuk Anda